Bissmillahirahmanirahim :)
Entah angin apa yang membuai hari ini, membuatku begitu berani mencoretkan sesuatu untuk dirimu yang belum pernah aku kenali, siapa dirimu dan dimana keberadaanmu, selalu menjadi teka-teki hatiku .
Aku tidak menafikan bahwa diriku merindukan kamu sang calon Imam .
Aku sebenarnya tidak pernah berniat untuk memperkenalkan diriku kepada siapapun itu .
Apalagi mencurahkan sesuatu yang hanya aku khususkan buatmu sebelum tiba masa kau datang mengKhitbahku .
Kehadiran seorang lelaki yang menuntut sesuatu yang kujaga rapi selama ini semata-mata buatmu "calon Imamku", itulah hati dan cintaku, membuatku tersadar dari lenaku yang panjang itu .
Ayah telah mendidikku semenjak kecil agar menjaga maruah dan mahkota diriku karena Allah telah menetapkannya untukmu suatu hari nanti .
Kata ayah, tanggung jawab ibubapa terhadap anak perempuan ialah menjaga dan mendidiknya sehingga seorang lelaki mengambil-alih tanggungjawab itu dari mereka.
Jadi, kau telah wujud dalam diriku sejak dulu .
Sepanjang umurku ini, aku menutup pintu hatiku dari lelaki manapun kerana aku tidak mau membelakangimu.
Aku menghalang diriku dari mengenali lelaki manapun kerana aku tidak mau mengenal lelaki lain selainmu, apa lagi memahami mereka.
Kerana itulah aku sekuat ‘kodrat yang lemah ini’ membatasi pergaulanku dengan bukan mahramku .
Aku lebih suka berada di rumah karena rumah itu tempat yang terbaik buat seorang perempuan .
Aku sering merasa tidak selamat dari diperhatikan lelaki .
Bukanlah aku bersangka buruk terhadap kaummu, tetapi lebih baik aku berwaspada kerana contoh banyak di depan mataku .
Aku palingkan wajahku dari lelaki yang asyik memperhatikan diriku atau cuba merayuku bagiku itu penghinaan bagiku, kerana aku ingin dihormati bukan diminati kaum lelaki, namun kedua2nya aku dambakan dari seorang suami .
Aku sedaya mungkin melarikan pandanganku dari lelaki ajnabi (asing) kerana Sayyidah Aisyah r.a pernah berpesan, “Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki.” Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki .
Biarlah aku hanya cantik di matamu .
Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang nanti .Untuk apa aku bangga sebab dipuji akan kecantikan sedangkan kecantikanku hanya untuk suamiku seorang.
Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati , Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan. Aku tidak ingin menyakiti hati lelaki yang mengharap cintaku dihati tapi hati sendiri masi meragui , kerana cukup kupilih Satu diantara Seribu .
Bagaimana akan ku jawab di hadapan ALLAH kelak andai ditanya ? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi ? Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku walau ia lebih .
Aku harus memperbaiki dan menghias pribadiku kerana itulah yang dituntut oleh Allah ku .
Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik, jika aku mendambakan lelaki yang Shaleh maka aku juga harus menjadi yang soleha. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?
Tidak kunafikan sebagai wanita, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi .
Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu
Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain .
Engkau berhak mendapat kasih yang tulen .
Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku .
Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa .
Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan ? Aku beristigfar memohon ampunannya .
Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan .
Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu . Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku . Di mana saja aku berada, akal sedarku membuat perhitungan denganmu .
Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu . Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.
Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana .
Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita soleha yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga sebagai Syuhada (saksi2) disana, memimpinku ke arah tujuan yang satu yaitu Jannah .
Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat .
Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfudz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu .
Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu kerana kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu .
Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan .
Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak .
Permintaanku tidak banyak .
Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi .
Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu .
Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu .
Akan aku keringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.
Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku .
Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku keranya .
Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa .
Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga .
Aamiin Allahuma Aamiin :)) selamat malam .
